Coba perhatiin kebiasaan kita naik kendaraan. Naik motor: helm, jaket, gas. Naik mobil: sabuk pengaman, AC, musik. Semua persiapan fisiknya lengkap. Tapi persiapan “langit”-nya? Seringnya… kelupaan.
Padahal setiap kali kita naik kendaraan, kita lagi mempertaruhkan nyawa di jalan. Macet, ngebut, truk oleng, jalan licin, semua di luar kendali kita. Makanya Nabi ﷺ ngajarin: sebelum berangkat, “amankan” dulu perjalananmu dengan doa.
Doa Naik Kendaraan
Doa ini aslinya ayat Al-Qur’an, surat Az-Zukhruf ayat 13-14. Nabi ﷺ biasa membacanya setiap naik kendaraan hendak safar, diawali takbir tiga kali:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahuu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun
Resapi kalimatnya: “padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya.” Motor yang kamu gas, mobil yang kamu setir, itu semua bukan karena kamu hebat. Allah yang menundukkan besi itu buat kamu. Kalau Allah mau, sedetik aja mesin bisa mati di tengah jalan. Jadi doa ini sebenarnya latihan tawadhu: sadar bahwa kendali penuh cuma di tangan Allah.
Dan penutupnya ngena banget: “sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami.” Setiap perjalanan diingatkan sama “kepulangan” yang sebenarnya. Dalam.
Versi Lengkap Doa Safar
Dalam hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, setelah takbir tiga kali dan membaca ayat di atas, Nabi ﷺ melanjutkan dengan doa safar yang lebih panjang:
“Allaahumma innaa nas-aluka fii safarinaa haadzaa al-birra wat-taqwaa, wa minal-‘amali maa tardhaa. Allaahumma hawwin ‘alainaa safaranaa haadzaa, wathwi ‘annaa bu’dah. Allaahumma antash-shaahibu fis-safar, wal-khaliifatu fil-ahl…”
Artinya: “Ya Allah, kami memohon kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan kami ini, dan amal yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini dan dekatkanlah jaraknya yang jauh. Ya Allah, Engkaulah teman dalam perjalanan dan penjaga keluarga (yang kami tinggalkan)…”
Doa ini mencakup semuanya: keselamatan di jalan, kemudahan perjalanan, dan penjagaan buat keluarga yang ditinggal di rumah. Lengkap banget. (HR. Muslim no. 1342)
Versi Pendek dari Ali bin Abi Thalib
Ada juga versi singkat yang dibaca Ali radhiyallahu ‘anhu saat naik kendaraan:
سُبْحَانَكَ إِنِّي قَدْ ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Subhaanak, innii qad zhalamtu nafsii, faghfir lii, fa-innahuu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa ant.
Unik ya: doa naik kendaraan isinya istighfar. Seolah-olah mau bilang: sebelum melangkah pergi, bereskan dulu urusanmu sama Allah. Berangkat dengan hati yang bersih.
Terus yang Dipakai Sehari-hari yang Mana?
Buat perjalanan harian (ngantor, kuliah, antar anak), cukup baca yang dari QS. Az-Zukhruf itu, pendek dan gampang dihafal. Kalau mau safar jauh (mudik, perjalanan luar kota), baru baca versi lengkapnya sekalian.
Tantangan
Besok pagi sebelum starter motor atau nyalain mobil: takbir tiga kali dalam hati, baca doanya, baru jalan. Rasakan bedanya, perjalananmu jadi ibadah, bukan sekadar pindah tempat.
Wallahu a’lam bish-shawab, Allah Mahatahu yang paling benar.
Artikel ini bagian dari seri Doa Harian Hidayah Harian. Baca juga: [Doa Keluar Rumah], [Doa Bangun Tidur], [Doa Sebelum Tidur].