Coba ingat-ingat, kapan terakhir kali kamu benar-benar menatap wajah ayah atau ibumu? Mungkin sekarang rambut mereka sudah memutih, langkah kakinya sudah nggak secepat dulu, dan suaranya mulai pelan. Atau mungkin, salah satu atau keduanya sudah lebih dulu dipanggil pulang oleh Allah.
Kita sering mikir cara membalas jasa orang tua itu harus lewat materi: beliin rumah, kasih uang bulanan gede, atau ajak jalan-jalan. Itu semua bagus banget kalau mampu. Tapi tahukah kamu, ada satu hadiah yang nilainya jauh melampaui uang, bisa dikirim kapan saja tanpa biaya, dan tetap sampai meskipun mereka sudah tiada? Hadiah itu adalah doa.
Versi 1: Doa Lengkap yang Paling Populer
Ini doa yang hampir setiap anak muslim hafal sejak duduk di bangku TPA. Doa ini memadukan permohonan ampunan (seperti dalam QS. Nuh: 28 dan QS. Ibrahim: 41) dengan doa kasih sayang dari QS. Al-Isra: 24:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Rabbighfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa
Coba resapi kalimat terakhirnya: “kamaa rabbayaanii shaghiiraa”, sebagaimana mereka merawatku waktu kecil. Waktu kita bayi, kita nggak bisa apa-apa. Nangis tengah malam, ngompol berkali-kali, sakit demam, mereka yang begadang tanpa hitung-hitungan. Kita nggak akan pernah sanggup membalasnya dengan setara, makanya kita minta Allah langsung yang menyayangi mereka dengan kasih sayang-Nya yang tak terbatas.
Versi 2: Redaksi Asli di Al-Qur’an (QS. Al-Isra: 24 & QS. Ibrahim: 41)
Di dalam Al-Qur’an, Allah mengajarkan secara spesifik dua potongan doa mulia ini. Pertama, dalam surat Al-Isra ayat 24:
رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Rabbirhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa
Kedua, doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dalam surat Ibrahim ayat 41:
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
Rabbanaaghfir lii wa liwaalidayya wa lil-mu'miniina yauma yaquumul-hisaab
Terus yang Umum Dibaca yang Mana?
Versi 1 (Rabbighfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa) adalah yang paling populer dibaca sehari-hari setelah shalat di Indonesia. Membaca Versi 1 ataupun membaca ayat aslinya di Versi 2 sama-sama bagus dan berpahala besar. Bahkan kalau digabung semuanya, makin lengkap!
Keutamaan: Amal yang Nggak Putus Setelah Wafat
Kenapa doa anak buat orang tua itu krusial banget? Karena Rasulullah ﷺ bersabda:
“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631; dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)
Bayangkan: saat orang tua kita sudah di alam kubur, mereka nggak bisa lagi tambah shalat atau sedekah sendiri. Tapi setiap kali kamu mengangkat tangan dan mengucap Rabbighfir lii wa liwaalidayya, kiriman cahaya dan ampunan itu langsung sampai kepada mereka.
Tantangan Hari Ini
Mulai hari ini, jangan pernah akhiri shalat fardhumu tanpa menyelipkan doa ini untuk ayah dan ibumu. Kalau mereka masih hidup, kirimkan pesan singkat atau telepon hari ini sekadar tanya kabar. Selagi masih ada waktu, jadilah alasan tersenyumnya orang tuamu di dunia dan di akhirat.
Artikel ini bagian dari seri Doa Harian Hidayah Harian. Baca juga: [Kisah Uwais Al-Qarni], [Sayyidul Istighfar], [Doa Sesudah Makan].
Wallahu a’lam bish-shawab – Allah Mahatahu yang paling benar.