Loncat ke konten utama

Sayyidul Istighfar: Penghulu Semua Istighfar

Ilustrasi sayyidul istighfar

Kamu pasti sering denger kata “istighfar”, dan yang paling sering diucapkan ya “astaghfirullah”. Pendek, gampang, bisa dibaca kapan aja. Tapi tahukah kamu, ada satu lafaz istighfar yang disebut Nabi ﷺ sebagai sayyidul istighfar, penghulu, rajanya semua istighfar?

Kenapa disebut penghulu? Karena isinya paling lengkap dan paling sempurna. Di dalamnya ada pengakuan tauhid, pengakuan nikmat, pengakuan dosa, dan permohonan ampun, semuanya dalam satu doa. Dan janji yang menyertainya luar biasa besar.

Lafaznya

Dari hadits Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda: “Penghulu istighfar adalah engkau mengucapkan…”

Doa & Dzikir

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Allaahumma anta rabbii, laa ilaaha illaa ant, khalaqtanii wa ana 'abduk, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mas-tatha't, a'uudzu bika min syarri maa shana't, abuu-u laka bini'matika 'alayya, wa abuu-u laka bidzanbii, faghfir lii, fa-innahuu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa ant.

Panjang memang. Tapi coba bedah maknanya kalimat per kalimat, ini yang bikin dia jadi “penghulu”:

  • “Engkau Tuhanku, tidak ada sesembahan selain Engkau”, tauhid murni, fondasi segalanya.
  • “Engkau menciptakanku dan aku hamba-Mu”, sadar posisi: kita ini milik-Nya.
  • “Aku di atas janji-Mu semampuku”, jujur, nggak sok kuat. Semampuku, ya Allah.
  • “Aku berlindung dari keburukan perbuatanku”, sadar dosa itu nyata dan berbahaya.
  • “Aku mengakui nikmat-Mu dan mengakui dosaku”, dua pengakuan sekaligus: syukur dan taubat. Inilah inti doa ini.
  • “Ampunilah aku, karena tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau”, tawakal penuh.

Janjinya: Surga

Ini bagian yang bikin merinding. Nabi ﷺ melanjutkan:

“Barang siapa mengucapkannya di siang hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal pada hari itu sebelum sore, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barang siapa mengucapkannya di malam hari dengan penuh keyakinan, lalu ia meninggal sebelum pagi, maka ia termasuk penghuni surga.” (HR. Bukhari no. 6306)

Satu doa, dibaca pagi dan sore, dengan keyakinan, ganjarannya surga. Kuncinya ada di kata “muuqinan bihaa”: dengan penuh keyakinan. Bukan sekadar komat-kamit, tapi benar-benar paham dan yakin sama yang diucapkan.

Cara Menghafalnya

Nggak usah langsung hafal sekaligus. Pecah jadi tiga bagian:

1. Allaahumma anta rabbii, la ilaha illa anta, khalaqtanii wa ana ‘abduka…

2. …wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’uudzu bika min syarri ma shana’tu…

3. …abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u laka bidzanbii, faghfir lii…

Hafalin satu bagian per hari. Tiga hari, insyaAllah nempel. Atau tulis di kertas, tempel di kaca, baca tiap pagi sambil siap-siap.

Tantangan

Mulai besok: baca sayyidul istighfar sekali di pagi hari dan sekali di malam hari. Jadikan bagian dari dzikir pagi-petangmu. Doa sepanjang ini, kalau dibaca dengan paham artinya, rasanya kayak “reset” hati setiap hari.


Wallahu a’lam bish-shawab, Allah Mahatahu yang paling benar.

Artikel ini bagian dari seri Doa Harian Hidayah Harian. Baca juga: [Doa Bangun Tidur], [Doa Sebelum Tidur], [Doa Keluar Rumah].

#Doa & Dzikir
Bagikan: Facebook WhatsApp X Telegram

rosid ✓

Penulis artikel di Hidayah Harian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cari artikel

Tampilan

Mode tampilan
Warna tema

Daftar Bacaan

Belum ada bacaan yang Anda simpan.

Menu Navigasi