Jujur deh, selama ini kalau kamu mandi junub (mandi wajib), gimana caranya? Langsung nyalain shower, sabunan, sampoan, terus selesai? Banyak dari kita yang sejak akil baligh cuma tahu kalau mandi wajib itu pokoknya basah kuyup dari ujung rambut sampai ujung kaki, tanpa tahu mana yang rukun wajib dan mana urutan sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ.
Padahal mandi junub itu ibadah thaharah untuk mengangkat hadats besar, baik karena keluarnya air mani (mimpi basah atau sengaja), hubungan suami istri (meski tanpa keluar mani), maupun berhentinya darah haid dan nifas bagi perempuan. Kalau mandi wajibnya nggak sah, otomatis shalat-shalat setelahnya juga ikut nggak sah!
Rukun Mandi Junub (Syarat Sahnya)
Sebelum masuk ke urutan lengkapnya, kita perlu tahu dulu apa saja rukun yang menentukan sah atau tidaknya mandi wajib. Di sini ada perbedaan rincian antar madzhab:
- Madzhab Hanafi dan Hanbali memasukkan berkumur (madhmadhah) dan menghirup air ke hidung (istinsyaq) sebagai bagian wajib dalam mandi junub karena mulut dan hidung dianggap bagian luar tubuh.
- Madzhab Maliki mewajibkan menggosok seluruh anggota badan (ad-dalk) dan berkesinambungan (muwalah), sementara berkumur dan istinsyaq hukumnya sunnah.
- Madzhab Syafi’i menetapkan bahwa rukun mandi junub hanya ada dua: (1) niat di dalam hati saat air pertama kali menyentuh tubuh, dan (2) meratakan air ke seluruh rambut dan kulit bagian luar tubuh, sedangkan berkumur, istinsyaq, dan menggosok badan hukumnya sunnah muakkadah.
Kesimpulan, kita mengikuti madzhab Syafi’i: mandi junub sudah sah apabila terpenuhi dua rukun pokok, yaitu niat menghilangkan hadats besar di dalam hati berbarengan dengan basuhan pertama, dan mengguyur air secara merata ke seluruh kulit serta rambut sampai ke pangkalnya. Dalilnya firman Allah: “Dan jika kamu junub maka mandilah” (QS. Al-Ma’idah: 6) yang memerintahkan membasuh badan secara mutlak, serta hadits bahwa di bawah setiap helai rambut terdapat janabah, maka basuhlah rambut dan bersihkanlah kulit (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi). Wallahu a’lam bish-shawab.
Urutan Mandi Junub Sempurna ala Nabi ﷺ
Supaya nggak cuma sah tapi juga dapat pahala sunnah yang sempurna, yuk ikuti urutan mandi junub Rasulullah ﷺ sebagaimana diriwayatkan oleh Ummul Mukminin Aisyah dan Maimunah radhiyallahu ‘anhuma (HR. Bukhari no. 248 & 276, Muslim no. 316 & 317):
1. Niat di dalam hati untuk mandi wajib menghilangkan hadats besar karena Allah.
2. Mencuci kedua telapak tangan sebanyak 3 kali sebelum menyentuh air di wadah.
3. Membersihkan kemaluan dan kotoran di sekitarnya dengan tangan kiri, lalu mencuci tangan kembali dengan sabun atau menggosokkannya ke lantai/tembok.
4. Berwudhu dengan sempurna sebagaimana wudhu untuk shalat (mulai dari berkumur, istinsyaq, sampai mencuci kaki).
5. Menyela-nyela pangkal rambut dengan jari-jari tangan yang sudah dibasahi air sampai menyentuh kulit kepala.
6. Menyiram kepala 3 kali dengan cidukan kedua telapak tangan.
7. Mengguyur seluruh tubuh, dimulai dari sisi tubuh sebelah kanan, lalu sisi sebelah kiri. Pastikan lipatan kulit seperti ketiak, pusar, belakang telinga, dan sela jari kaki semuanya terkena air.
Tantangan
Kali berikutnya kamu harus mandi wajib, jangan cuma asal guyur sambil buru-buru. Praktikkan 7 langkah sunnah di atas secara berurutan. Selain badan jadi segar, kamu sudah menghidupkan sunnah Nabi ﷺ dan nggak perlu berwudhu lagi kalau mau langsung shalat (selama tidak menyentuh kemaluan atau melakukan pembatal wudhu saat mandi).
Artikel ini bagian dari seri Fiqih Ringan Hidayah Harian. Baca juga: [Wudhu yang Benar], [Hal-hal yang Membatalkan Wudhu], [Tayamum].
Wallahu a’lam bish-shawab – Allah Mahatahu yang paling benar.