Loncat ke konten utama

Syukur di Tengah Kesulitan: Gimana Caranya Bilang Alhamdulillah Saat Lagi Sempit?

Ilustrasi tunas bunga di bebatuan gurun untuk syukur di tengah kesulitan

Bersyukur pas baru gajian, pas dapat kabar lulus ujian, atau pas proyek cair itu gampang banget. Senyum lebar, hati plong, mulut otomatis bilang “Alhamdulillah!” Tapi gimana caranya bersyukur saat dompet lagi tipis, badan meriang, atau rencana hidup rasanya mentok di jalan buntu?

Jujur aja, di saat sempit, pikiran kita punya kebiasaan buruk: memperbesar satu nikmat yang sedang hilang, lalu melupakan sembilan puluh sembilan nikmat lain yang masih ada. Kita pusing memikirkan satu pintu yang tertutup, sampai lupa kalau kita masih bisa bernapas gratis, masih bisa melihat, masih punya tempat berteduh, dan masih diberi iman di dalam dada.

Rumus Langit supaya Hati Nggak Gampang Kufur Nikmat

Kenapa sih kita sering merasa hidup kita paling berat? Sering kali penyebabnya sederhana: kita terlalu sering mendongak ke atas melihat rumput tetangga di media sosial. Lihat teman beli mobil baru, liburan ke luar negeri, atau kariernya melesat, tiba-tiba hidup kita sendiri terasa menyedihkan.

Padahal Rasulullah ﷺ sudah memberikan obat paling mujarab buat penyakit ini:

Hadits

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ

Unzhuruu ilaa man huwa asfala minkum wa laa tanzhuruu ilaa man huwa fauqakum, fahuwa ajdaru an laa tazdaruu ni'matallaahi 'alaikum

Dalam urusan dunia (harta, fisik, fasilitas), lihatlah ke bawah! Lagi capek kerja? Ingat ada jutaan orang yang hari ini menangis mencari lowongan kerja. Lagi makan lauk sederhana? Ingat ada orang di rumah sakit yang punya banyak uang tapi lidahnya tak bisa merasakan makanan. Begitu cara pandangmu dibalik, keluhanmu otomatis berubah jadi syukur.

Empat Alasan Bersyukur Saat Diuji

Para ulama salaf seperti Syuraih Al-Qadhi rahimahullah pernah berkata bahwa setiap kali beliau ditimpa musibah, beliau justru memuji Allah empat kali:

1. Bersyukur karena musibah itu tidak lebih besar dari yang terjadi.

2. Bersyukur karena Allah masih memberi kesabaran untuk menghadapinya.

3. Bersyukur karena masih dibimbing mengucap kalimat istirja’ yang berpahala.

4. Bersyukur karena musibah itu menimpa urusan dunia, bukan merusak agama dan iman kita.

Dan jangan pernah lupa janji pasti dari Allah dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu…” (QS. Ibrahim: 7)

Syukur di tengah kesulitan itu bukan pura-pura bahagia (toxic positivity). Kamu boleh sedih, boleh menangis, dan tetap wajib berikhtiar mencari jalan keluar. Tapi di dasar hatimu, kamu tetap mengakui bahwa kebaikan Allah kepadamu jauh lebih banyak daripada ujian yang sedang mampir.

Tantangan Malam Ini

Malam ini sebelum tidur, ambil kertas atau buka catatan di HP-mu. Tuliskan 5 nikmat yang masih kamu miliki hari ini yang nggak bisa dibeli dengan uang, mulai dari mata yang masih bisa membaca tulisan ini, jantung yang berdetak tanpa perlu kamu perintah, sampai keluarga yang mendoakanmu. Ucapkan Alhamdulillah dari lubuk hati terdalam, dan lihat bagaimana Allah menenangkan hatimu.


Artikel ini bagian dari seri Renungan Hidayah Harian. Baca juga: [Sabar Itu Bukan Diam], [Doa Ketika Tertimpa Musibah], [Ikhlas: Seni Beramal Tanpa Penonton].

Wallahu a’lam bish-shawab – Allah Mahatahu yang paling benar.

#Renungan
Bagikan: Facebook WhatsApp X Telegram

rosid ✓

Penulis artikel di Hidayah Harian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cari artikel

Tampilan

Mode tampilan
Warna tema

Daftar Bacaan

Belum ada bacaan yang Anda simpan.

Menu Navigasi