Loncat ke konten utama

Sudah Kenyang? Jangan Lupa Bilang Makasih: Doa Sesudah Makan

Doa sesudah makan sebagai ungkapan syukur atas rezeki Allah

Habis makan biasanya kamu ngapain? Kalau aku tebak: sendawa pelan, senderan ke kursi, terus… rebahan? Atau langsung cuci tangan terus lanjut kerja?

Nggak ada yang salah sih. Tapi coba pikir: makanan yang baru aja kamu habiskan itu perjalanan jauh banget sampai ke piringmu. Petani nanam, hujan turun, pedagang jual, ibumu (atau abang gofood) masak. Dan di atas semua itu, Allah yang menggerakkan semuanya. Masa ucapan terima kasihnya cuma “alhamdulillah” setengah hati sambil nguap?

Nabi ﷺ ngajarin doa khusus buat momen ini. Dan keutamaannya bikin melongo: diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Cuma gara-gara doa habis makan. Yuk kenalan.

Versi 1: Yang Paling Lengkap Keutamaannya

Doa & Dzikir

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

Alhamdulillaahilladzii ath'amanii haadzaa wa razaqaniihi min ghairi haulin minnii wa laa quwwah

Nabi ﷺ bersabda tentang doa ini: “Barangsiapa memakannya (makanan) lalu membaca doa ini, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Abu Dawud & Tirmidzi)

Coba resapi kalimatnya: “min ghairi haulin minni wa la quwwah”, tanpa daya dan upayaku. Ini tamparan halus buat kita yang suka merasa “ini hasil kerja kerasku”. Gajimu memang hasil kerja, tapi siapa yang kasih kamu kesehatan buat kerja? Siapa yang kasih akal? Doa ini melatihmu jujur: semua dari Allah.

Versi 2: Menurut Riwayat Abu Dawud & Tirmidzi

Ada versi lain yang lebih pendek:

Doa & Dzikir

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Alhamdulillaahilladzii ath'amanaa wa saqaanaa wa ja'alanaa minal-muslimiin

Versi ini pakai kata ganti “kami” (jamak), cocok dibaca bareng keluarga atau pas makan rame-rame. Dan penutupnya indah: bersyukur bukan cuma atas makanannya, tapi atas nikmat jadi muslim. Namun secara sanad, hadits ini dinilai dhaif oleh mayoritas ulama (Al-Bukhari, An-Nasa’i, Al-Albani) karena keberadaan perawi Hajjaj bin Arthah.

Terus yang Umum Dibaca Orang yang Mana?

Sejujurnya? Kebanyakan orang cuma baca “Alhamdulillah” doang. Sah? Sah, itu dzikir yang valid. Tapi sayang banget melewatkan versi lengkapnya, apalagi versi 1 yang keutamaannya diampuni dosa. Bedanya cuma 10 detik hafalan.

Adab Sesudah Makan

– Jilat jari sebelum dicuci, Nabi ﷺ bersabda kamu nggak tahu di bagian mana berkahnya ada (HR. Muslim). – Jangan mubazir, ambil secukupnya. Makanan sisa yang kebuang itu nikmat yang nggak disyukuri. – Kalau makan di rumah orang, doakan tuan rumah: “Allahumma ath’im man ath’amanii, wasqi man saqaanii”, Ya Allah, berilah makan orang yang memberiku makan, dan berilah minum orang yang memberiku minum (HR. Muslim).

Renungan Penutup

Pernah nggak sih kepikiran: ada orang di luar sana yang malam ini tidur dengan perut kosong. Sementara kamu bingung milih mau makan apa karena kebanyakan pilihan. Doa sesudah makan bukan cuma ritual, itu pengingat biar nikmat nggak bikin lupa diri.

Mulai hari ini: habis makan, duduk 10 detik, baca versi 1 dengan paham artinya. Dosa diampuni, hati adem. Deal yang menguntungkan, kan?


Artikel ini bagian dari seri Doa Harian Hidayah Harian. Baca juga: Doa Bangun Tidur, Doa Sebelum Makan, Doa Keluar Rumah, Doa Sebelum Tidur.

#Doa & Dzikir
Bagikan: Facebook WhatsApp X Telegram

rosid ✓

Penulis artikel di Hidayah Harian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cari artikel

Tampilan

Mode tampilan
Warna tema

Daftar Bacaan

Belum ada bacaan yang Anda simpan.

Menu Navigasi