Coba jujur-jujuran dulu. Alarm bunyi, mata baru kebuka setengah, tangan udah otomatis nyari HP. Scroll TikTok, cek WA, lihat notif, padahal badan masih di kasur, nyawa aja kayaknya belum balik seutuhnya.
Padahal ada momen yang luar biasa di situ: kamu baru aja “balik” dari kematian kecil. Tidur itu saudaranya mati, kata para ulama. Ruhmu diambil Allah semalam, terus dikembalikan pagi ini. Dan kamu dikasih bonus: satu hari lagi buat berbuat baik. Masa momen segede itu dibuka cuma buat scroll FYP?
Nabi Muhammad ﷺ ngajarin kita kalimat pertama yang pantas keluar dari mulut begitu bangun. Bukan “aduh ngantuk”, bukan “males banget”, tapi hamdalah, pujian buat Allah.
Versi 1: Yang Paling Masyhur
Ini versi yang paling sering kamu dengar, dari hadits Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Alhamdulillaahilladzii ahyaanaa ba'da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur
Perhatikan pilihan katanya: “ba’da maa amaatanaa”, setelah mematikan kami. Tidur disebut mati. Kenapa? Karena saat tidur, kesadaranmu hilang total, persis kayak mati, bedanya, ruhmu dikembalikan. Makanya doa ini ditutup dengan “wa ilaihin-nusyuur”: dan kepada-Nya lah kebangkitan. Bangun tidurmu pagi ini adalah latihan kecil buat hari kebangkitan yang sebenarnya. Dalam banget, kan, buat doa yang cuma satu baris?
Versi 2: Menurut Riwayat Tirmidzi
Ada versi lain yang redaksinya beda, diriwayatkan Imam Tirmidzi:
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي عَافَانِي فِي جَسَدِي، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوحِي، وَأَذِنَ لِي بِذِكْرِهِ
Alhamdulillaahilladzii 'aafaanii fii jasadii, wa radda 'alayya ruuhii, wa adzina lii bi-dzikrih
Versi ini lebih rinci: nyebut sehatnya badan, kembalinya ruh, dan, yang paling ngena, diizinkan untuk berdzikir. Artinya, bisa bangun dan ingat Allah itu sendiri adalah izin dan nikmat. Nggak semua orang dikasih.
Terus yang Umum Dibaca Orang yang Mana?
Versi 1. Jelas. Itulah yang diajarkan di TPA, di buku-buku doa, di poster-poster masjid. Versi 2 sahih juga (hasan), tapi kalah populer. Keduanya boleh diamalkan, pilih yang paling nempel di hati, atau baca dua-duanya sekalian. Nggak ada larangan.
Bonus: Adab Bangun Tidur ala Nabi ﷺ
Doa itu pembukanya. Setelah itu, Nabi ﷺ punya rutinitas pagi:
– Mengusap wajah dengan tangan begitu bangun (HR. Bukhari & Muslim), kayak “melek beneran”, ngilangin sisa kantuk. – Bersiwak, membersihkan mulut (HR. Bukhari no. 245, Muslim no. 255). – Mencuci tangan 3 kali sebelum dicelupkan ke wadah air, karena “ia tidak tahu di mana tangannya bermalam” (HR. Bukhari no. 162, Muslim no. 278).
Sederhana, tapi bikin pagimu beda: bangun sebagai hamba yang sadar, bukan zombie yang langsung nyari HP.
Tantangan 7 Hari
Besok pagi, sebelum tanganmu menyentuh HP: duduk sebentar, baca doa bangun tidur dengan paham artinya. Rasakan bedanya. Tujuh hari aja. Kalau pagimu berubah, kabarin, eh, maksudnya, syukuri.
Artikel ini bagian dari seri Doa Harian Hidayah Harian. Baca juga: Doa Sebelum Makan, Doa Sesudah Makan, Doa Keluar Rumah, Doa Sebelum Tidur.