Loncat ke konten utama

Lagi Shalat Tiba-Tiba Lupa Rakaat? Yuk, Kenalan sama Sujud Sahwi!

Ilustrasi sajadah dan tasbih di dalam masjid dengan lentera senja

Pernah nggak sih kamu lagi khusyuk shalat Dzuhur, pas sujud mendadak kepikiran: “Eh, ini tadi rakaat ketiga apa keempat ya?” Rasanya langsung panik dan serba salah. Mau batalkan shalat rasanya sayang, tapi kalau diteruskan takut shalatnya nggak sah. Pernah ngalamin momen membingungkan seperti itu?

Tenang, kamu nggak sendirian. Lupa atau ragu dalam shalat itu sangat manusiawi. Bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun pernah mengalaminya. Menariknya, syariat Islam selalu punya solusi praktis untuk kelemahan kita sebagai manusia. Saat shalat kita kurang atau ragu, ada “tombol darurat” yang indah untuk menambalnya, yaitu sujud sahwi.

Kapan Kita Perlu Sujud Sahwi?

Biar nggak bingung, sujud sahwi ini nggak dikerjakan sembarangan. Dalam madzhab Syafi’i, ada beberapa penyebab utama yang membuat kita disunnahkan untuk sujud sahwi:

  • Meninggalkan sunnah ab’adh, contohnya terlewat tasyahud awal atau lupa membaca doa qunut pada shalat Subuh.
  • Melakukan sesuatu karena lupa yang seandainya disengaja bisa membatalkan shalat, misalnya kelebihan rakaat atau kelebihan rukun gerakan karena tidak sadar.
  • Ragu mengenai jumlah rakaat yang sudah dikerjakan, misalnya bingung apakah baru dapat tiga rakaat atau sudah empat rakaat.

Sebelum atau Sesudah Salam? Ini Kata Para Madzhab

Mungkin kamu pernah melihat teman yang sujud sahwi sebelum salam, tapi ada juga yang melakukannya setelah salam. Kok bisa berbeda? Di sinilah indahnya khazanah fiqih Islam. Para ulama madzhab memiliki pandangan masing-masing:

  • Madzhab Hanafi berpendapat bahwa sujud sahwi dilakukan setelah salam, yaitu setelah menoleh salam ke kanan terlebih dahulu.
  • Madzhab Maliki membedakan kondisinya: bila ada kekurangan dalam shalat (misalnya lupa tasyahud awal), sujud sahwi dilakukan sebelum salam (qabliyah). Namun bila ada kelebihan (seperti kelebihan rakaat), sujud sahwi dilakukan setelah salam (ba’diyah).
  • Madzhab Syafi’i berpandangan bahwa sujud sahwi dilakukan sebelum salam, sebanyak dua kali sujud, baik karena adanya kekurangan maupun kelebihan.

Kesimpulannya, dalam madzhab Syafi’i yang menjadi pegangan utama kita, posisi sujud sahwi selalu dikerjakan dua kali sebelum salam. Posisi ini ditegaskan oleh hadits shahih berikut:

Hadits

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

Idza syakka ahadukum fi shalatihi falam yadri kam shalla, tsalatsan am arba'an, falyathrahisy syakka walyabni 'ala mastayqana, tsumma yasjud sajdataini qabla an yusallima.

Bagaimana Cara Melakukannya?

Caranya sangat mudah dan praktis:

  • Duduk tasyahud akhir dan baca doa tasyahud serta shalawat sampai selesai, tapi jangan buru-buru salam.
  • Ucapkan takbir lalu sujud pertama, baca tasbih sujud.
  • Duduk di antara dua sujud sejenak.
  • Ucapkan takbir lalu sujud kedua.
  • Duduk kembali, lalu ucapkan salam ke kanan dan ke kiri seperti biasa.

Hikmah Indah Sujud Sahwi

Sujud sahwi menjadi pengingat lembut bahwa kita bukanlah makhluk sempurna. Allah Ta’ala tidak menuntut kita sempurna tanpa cela, melainkan menginginkan hamba yang selalu mau memperbaiki kekurangan. Di sisi lain, sujud sahwi juga membuat setan yang berusaha mengacaukan shalat kita merasa kecewa dan terhina.

Tips Praktis Biar Shalat Tetap Tenang

Kalau lain waktu kamu tiba-tiba ragu lagi soal jumlah rakaat:

  • Buang rasa ragu dan pilihlah jumlah rakaat yang paling sedikit, karena jumlah itu yang paling meyakinkan.
  • Tetap lanjutkan shalat sampai selesai membaca tasyahud akhir, lalu lakukan sujud sahwi dua kali sebelum salam.

Mulai sekarang, kamu nggak perlu panik atau buru-buru membatalkan shalat kalau mendadak lupa. Cukup praktikkan sujud sahwi, dan shalatmu tetap terjaga dengan tenang.

Wallahu a’lam bish-shawab, Allah Mahatahu yang paling benar.

#Fiqih Ringan
Bagikan: Facebook WhatsApp X Telegram

rosid ✓

Penulis artikel di Hidayah Harian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cari artikel

Tampilan

Mode tampilan
Warna tema

Daftar Bacaan

Belum ada bacaan yang Anda simpan.

Menu Navigasi