Loncat ke konten utama

Kisah Nabi Ibrahim: Dilempar ke Api, Diselamatkan oleh Tawakal

Ilustrasi lengkungan islami dan ketenangan malam untuk kisah Nabi Ibrahim

Pernah nggak kamu berada di posisi ketika kamu berbuat benar, tapi justru dimusuhi banyak orang? Rasanya kayak sendirian melawan satu dunia. Nah, bayangkan kalau yang memusuhimu bukan cuma satu dua orang, tapi satu kerajaan lengkap dengan raja zalimnya, dan hukumannya adalah dibakar hidup-hidup di kobaran api raksasa!

Itulah yang dialami oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Kisahnya yang diabadikan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Anbiya: 51-70) bukan cuma cerita mukjizat masa lalu, tapi pelajaran dahsyat tentang apa yang terjadi ketika seorang hamba menaruh tawakal seratus persen hanya kepada Allah.

Sendirian Melawan Berhala Satu Negeri

Nabi Ibrahim tumbuh di tengah masyarakat Babilonia yang menyembah patung berhala, bahkan ayahnya sendiri adalah pembuat berhala. Sejak muda, akal sehat dan fitrah Ibrahim menolak keras kebiasaan itu. Bagaimana mungkin manusia menyembah batu yang dipahat sendiri, yang nggak bisa mendengar, nggak bisa memberi manfaat, apalagi menolong?

Suatu hari, saat penduduk kota pergi merayakan hari raya, Ibrahim menghancurkan semua berhala di kuil, kecuali satu patung paling besar. Kapaknya beliau kalungkan di leher patung besar itu. Ketika para pemuka kaum kembali dan marah besar, Ibrahim menjawab dengan logika tajam yang bikin mereka terbungkam: “Tanyakan saja kepada patung terbesar itu, jika mereka memang bisa berbicara!” (QS. Al-Anbiya: 63).

Bukannya sadar, kesombongan membuat Raja Namrud dan kaumnya gelap mata. Kehabisan argumen, mereka memilih jalan kekerasan: “Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu!” (QS. Al-Anbiya: 68).

Api Raksasa dan Kalimat Tawakal

Penduduk mengumpulkan kayu bakar hingga menyala api raksasa yang tak seorang pun berani mendekatinya. Mereka menggunakan alat pelontar (manjaniq) untuk melemparkan Ibrahim dari kejauhan ke tengah lautan api.

Di detik-detik paling genting saat tubuhnya melayang menuju kobaran api, apa yang diucapkan Nabi Ibrahim? Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa kalimat terakhir yang diucapkan Ibrahim saat dilempar ke dalam api adalah:

Doa & Dzikir

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Hasbunallaahu wa ni'mal-wakiil

Saat seorang hamba menyerahkan urusannya bulat-bulat kepada Allah, langit pun turun tangan. Allah langsung memerintahkan api itu:

“Kami berfirman: ‘Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!'” (QS. Al-Anbiya: 69)

Detik itu juga, hukum alam berubah atas izin Penciptanya. Api yang seharusnya membakar hangus justru berubah menjadi sejuk dan nyaman. Para ulama tafsir seperti Ibnu Abbas menjelaskan, seandainya Allah tidak menambahkan kata “wa salaaman” (dan penyelamat), niscaya dinginnya api itu akan membekukan Ibrahim. Tak sehelai rambut pun terbakar, kecuali tali pengikat di tubuh beliau!

Pelajaran Penting Buat Hidup Kita

  • Kebenaran nggak diukur dari banyaknya pendukung. Ibrahim berdiri sendirian di hadapan satu kerajaan, tapi bersama Allah, beliaulah pemenangnya.
  • Jangan jadi seperti cicak. Dalam hadits riwayat Bukhari no. 3359, Rasulullah ﷺ menceritakan bahwa dahulu semua hewan berusaha memadamkan api Ibrahim, kecuali cicak (wazagh) yang justru ikut meniup-niup agar api makin besar. Kalau belum bisa menolong kebaikan, minimal jangan ikut memperkeruh keadaan.
  • Kekuatan Hasbunallah wa ni’mal wakil. Kalimat yang menyelamatkan Ibrahim dari api ini juga yang diucapkan Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat saat dikepung musuh di Perang Hamra’ul Asad (QS. Ali ‘Imran: 173).

Tantangan Minggu Ini

Setiap kali kamu menghadapi masalah berat atau rasa takut yang mencekik minggu ini, berhenti sejenak dan ucapkan Hasbunallah wa ni’mal wakil dengan penuh keyakinan di hati. Tuhan yang sanggup mendinginkan api untuk Ibrahim adalah Tuhan yang sama yang menjaga hidupmu hari ini.


Artikel ini bagian dari seri Kisah Hidayah Harian. Baca juga: [Kisah Nabi Yunus], [Kisah Ashabul Kahfi], [Kisah Bilal bin Rabah].

Wallahu a’lam bish-shawab – Allah Mahatahu yang paling benar.

#Kisah
Bagikan: Facebook WhatsApp X Telegram

rosid ✓

Penulis artikel di Hidayah Harian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cari artikel

Tampilan

Mode tampilan
Warna tema

Daftar Bacaan

Belum ada bacaan yang Anda simpan.

Menu Navigasi